MASFM
 
blank
Bedah Buku

TRANS PONDEKS MESIN CINTA LINTAS WAKTU
2007-04-15 | 08:52:32
Dalam buku karya Ronny Fredillah ini ini diucapkan “Selamat Datang untuk anda di dunia penuh misteri. ” Novel ini bercerita tentang penelitian seorang doktor, profesor yang punya.........

HIDUP ITU KADANG LUCU
2007-04-09 | 23:14:58
Buku karya ROMO SIEGFRIED ZAHNWEH,SJ ini berisi refleksi singkat dari rangkuman kejadian yang dialami penulisnya, dan tentunya sangat bermakna untuk dipahami. ...

MALANG TEMPO DOELOE
2006-06-27 | 12:26:08
Sebuah buku yang memotret dan menceritakan keadaan Malang pada masa sejarah kerajaan sampai masa kolonial, dengan data-data yang dikumpulkan mempunyai validitas tinggi, dengan gaya bahasa yang.........

BUKAN PUTERI ANGSA
2006-01-02 | 14:06:10
Sebuah karya ERNEST JK WEN...

JAKARTA UNDERCOVER
2004-12-14 | 13:33:03
Penyiar, :Saraswati, Narasumber : Muammar Emka (penulis) Dedi Utomo (pengamat sosial ) Jakarta Undercover: Sex On the city, karangan Muammar Emka merupakan satu dari sekian buku yang.........


1

TRANS PONDEKS MESIN CINTA LINTAS WAKTU
2007-04-15
08:52:32

Semua itu berawal dari peristiwa kematian istrinya. Kemudian Dr. Suhendra, ayah Rima terobsesi untuk memutarbalikkan waktu. Dia berhasil menciptakan mesin berteknologi luar biasa disebut mesin Trans Kondeks, yang bisa membawa manusia melintasi dimensi waktu dan jarak. Semula dia hanya ingin menemukan istrinya yang hilang dalam sebuah penerbangan internasional, tapi obsesi itu harus dibayar Suhendra dengan sejarah yang tertukar. Rima, putri semata wayangnya, memutuskan untuk mencari ayahnya yang terlempar ke masa depan. Dia tidak pernah menyangka perjalanannya melintasi dimensi jarak dan waktu ini membawanya pada sebuah jawaban yang selama dia cari-cari. Siapakah cinta sejatinya?

Tapi apa jadinya kalau jawaban itu adalah Arjuna, lelaki yang justru berasal dari masa depan. Nah ketika dimensi jarak dan waktu berhasil dilintasi, sejarah pun berubah. Tapi ada sesuatu yang tidak pernah bisa diubah, yaitu takdir. Itu inti dari novel ini.

Banyak hal yang mungkin tidak terpikirkan diceritakan dalam buku ini. Satu keunikan buku ini adalah anda tidak akan menemukan nama-nama barat, seperti Steffanie, Robert. Di sini semua karakternya memakai nama khas Indonesia. Bahkan diambil dari cerita-cerita pewayangan. seperti Nakula, Sadewa, Bima, Arjuna, Srikandi, Yudistira, dan lain-lain. Penulisan dialog antar karakter dan settingnya juga sangat Indonesia. Bela dirinya pun bela diri khas Indonesia yaitu pencak silat.
Berikut contohnya:
Nakula segera meninggalkan aliran tenaga ke tangan. Ia terlalu gegabah ketika hanya menggerakkan sepertiga tenaga dalam saja. Untung saja tangannya tidak terluka dalam. Serangan berikutnya dari Panglima Mahendro sudah datang. Panglima yang itu semakin menganggap enteng, baru gebrakan pertama saja lawannya sudah terluka. Dengan sedikit menambah bobot tenaga, jurus pedang sepasang belalang kembali di gelar. Terdengar bunyi benturan besi tapi lebih keras dari pada tadi. Terdengar suara orang yang berteriak kesakitan. Kali ini Panglima Mahendrolah yang terdorong ke belakang. Jari kelingkingnya yang tadi berada di paling depan saat bertanding dengan Nakula terlihat terpelintir. Jari itu keseleo, mungkin patah. “Sial,” pikirnya. “Ternyata bocah ini masih menyimpan tenaga”. Ia mengurut jari tangannya hingga kembali ke bentuk semula. Tapi sakitnya berdenyut-denyut sampai ke ulu hati.

Ceritanya tidak hanya cerita berkhayal, tapi bagaimana mesin waktu dioperasionalkan di situ dinalarkan dengan hitungan-hitungan fisika, dan hitungan matematis. Jadi, kita bisa membayangkan kalau semua itu bisa di racik betul, itu mungkin. Seperti dulu, saat orang-orang mustahil bahwa manusia tidak mungkin bisa ke Bulan. Tapi buktinya, manusia bisa ke Bulan, Mars, dan sampai observasi matahari. Tapi memang yang namanya pemikiran dan pembelajaran nggak akan ada habisnya.

Cerita-cerita lain juga digambarkan ekspresif sekali. Dengan menggunakan istilah-istilah yang memang dipakai untuk dunia digital saat ini. Misalnya begini:
Dr Suhendra menunduk, wajahnya terlihat menyesal. “Semua dimulai ketika aku menciptakan sebuah mesin pemindah antar dimensi dan waktu, yang kusebut dengan mesin Trans Pondeks atau transportation mission for dimension and time exchange. Mesin itu ternyata mengubah dan menjungkirbalikkan jalur waktu dan memindah-mindahkan dimensi yang ada. Mesin Transpondeks yang aku ciptakan ternyata membuat sebuah anomali jalur waktu. Mesin itu membuat beberapa kebocoran pada jalur dimensi dan waktu yang mengakibatkan waktu dan sejarah tang seharusnya berjalan lurus menyimpang, malah menyeberang ke jalur lain. Kau bayangkan saja, sebenarnya waktu atau dimensi yang kita jalani ini terdiri dari ribuan atau jutaan jalur dimensi seperti jalur cacing yang berjalan paralel. Dan seharusnya tidak ketemu satu sama lain. Menurut teoriku setiap jalur dimensi yang punya kehidupan sendiri, tiap orang atau makhluk yang ada, atau yang pernah ada, atau yang akan ada di dunia ini, juga ada dan hidup di dimensi lain. Di setiap dimensi yang lain ada aku dan juga kalian. Tapi semua menempuh sejarah yang berbeda dengan yang kita tempuh sekarang. Di dimensi lain belum tentu aku menjadi ilmuwan seperti ini. Masing-masing punya sejarah yang berbeda.

Akhirnya, dalam novel ini pun ada refleksinya, bahwa kita sebenarnya pun bolehlah punya cita-cita dan keinginan membalikkan waktu. Tapi siapa sih yang bisa mengingkari bahwa kita pun sebenarnta sudah punya jalan masing-masing. Sebelum kita lahir itu sudah ada proposalnya.

Berikut ini sedikit biografi dari penulis novel ini

Ronny Fredillah ini lahir lima Desember di Pekan baru, seorang Praktisi Rittel, berlatar pendidikan ekonomi, dan di sela kesibukannya sebagai seorang Decision manager di Hypermart Matahari, ternyata Ronny juga bisa menyisihkan waktu untuk hobby barunya, nulis. Kegiatan nulis ini ditekuni karena hobby lamanya, bikin komik tidak tersalurkan, karena ternyata menurut Ronny dunia perkomikan Indonesia saat ini tidak berkembang. Ada motto yang sering diucapkannya, dikutip dari seorang penulis barat, begini katanya, “ Janganlah menjadi seseorang yang terpaku dan meratap terlalu lama di depan sebuah pintu yang telah tertutup untuknya, sehingga dia tidak melihat ada pintu lain yang terbuka lebih lebar buat dia.


DATA BUKU

•Judul : Trans Pondeks Mesin Cinta Lintas Waktu

•Penulis : Ronny Fredillah

•Penerbit : Gagas Media

•Genre : Fantasi Leet

•Tebal buku : 280 halaman.


Berikut beberapa tanggapan pendengar yang berkaitan dengan isi buku tersebut tentang mesin waktu

Kalau anda punya kesempatan untuk bisa masuk ke mesin waktu, kira-kira anda mau ke mana, Di tahun berapa? Peristiwa apa dan kenapa?
1. Diah : Pengennya, aku mendapatkan cowok idamanku. Dikirim ke pernikahan. Soalnya kalau ketemu sama cowok idaman itu bisa bahagia. Karena ini sesuai dengan keinginanku. Usianya lima tahun diatasku. Jamannya masa kini, yang di masa depan terjadi sesuai dengan yang kita inginkan.

2.Titik : Kalau saya sih pengennya ke masa penjajahan. Soalnya, sejarah kita kan simpang siur selama ini, jadi saya pengen tahu sebenarnya gimana gitu. Jadi kalau aku udah tahu aku bikin buku sejarah lagi. Meluruskan sejarah.

3.Heru(SMS) : Kalau saya sih pengennya mengulang masa remaja saya yang saya lalui dengan kesepian. Karena ternyata dalam kesepian kita rela dibelenggu ruang dan dipenjara waktu. Masa remaja saya sangat introvet, saya nggak mau ketemu orang.

4.Pramono : Saya pengen ke masa manusia pertama dulu. Masa pra-sejarah. Jangan tanggung-tanggung kalau nggak terbatas. Saya bayangkan suasana di sana serba nyaman, lingkungan masih sehat, kemudian serba hijau, cool gitu rasanya. Cuman berdua dengan istri saya bersama Nabi Adam sama Hawa. Nah, disitu nggak ada tekanan ekonomi, tekanan politik, dan sebagainya, nggak ada polusi, damai di hati damai di lingkungan. Kalau memungkinkan tentunya saya akan memberikan saran kepada Nabi Adam untuk tidak membuat suatu dosa, sehingga kita tidak perlu menanggung sampai saat ini. Saya juga bisa punya banyak anak tanpa punya beban ekonomi lagi. Pada saat itu kan konon, manusia bisa lebih deket dan berkomunikasi dengan yang di atas, nah kenapa nggak dimanfaatkan? Pokoknya, enaklah. Nggak seperti Malang ini yang carut marut, macet di mana-mana. Jadi, di sana yang kita lihat, yang kita rasakan benar-benar serba kepolosan.

5.Andy : Mau ngikut alirannya The Beetleas saja. Imagine. There is no religion, no war dan sebagainya, pokoknya semua serba damai.

6.Ivan (SMS) : kalau aku pengen balik ke tahun 1998. bisa ketemu pacarku yang baik banget. Cewek yang lembut dan pengertian, belum tergantikan sampai saat ini. Sayang, dia sudah married sekarang.

7.Etik (SMS) : kalau saya pengen ke masa depan, agar tidak bingung pilih calon suami.

© 2008   "fun_dee"   all right reserved